Kanker Tiroid

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan dari leher yang mengeluarkan hormon dan mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lain-lainnya. Berikut ini adalah ketiga hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid:

Triiodothyronin (T3) dan thyroxine (T4). Kedua hormon ini membantu mengatur tingkat metabolisme tubuh, seperti seberapa cepat pembakaran kalori yang dibutuhkan tubuh. Kandungan hormon T3 dan T4 yang berlebih bisa membuat Anda menjadi overaktif dan menurunkan berat badan tubuh, tapi jika kekurangan kedua hormon ini berat badan akan bertambah dan Anda merasa lemah.
Calcitonin. Ini adalah jenis hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium di dalam darah, yang mana kalsium membantu dalam proses pembentukan tulang yang kuat. Tapi hormon ini tidak terlalu penting untuk menjaga kesehatan karena tubuh juga memanfaatkan cara lain dalam mengendalikan kalsium dalam darah.

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam kelenjar tiroid. Kanker tiroid merupakan sejenis kanker yang cukup jarang terjadi dan biasanya mudah disembuhkan jika diketahui sejak awal.

Wanita lebih berisiko mengalami kanker tiroid dua hingga tiga kali lipat dibandingkan pria. Meski alasan pasti kenapa hal ini terjadi masih tidak diketahui, tapi ada kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita.

Kanker tiroid terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Karsinoma papiler. Ini adalah jenis kanker tiroid yang paling umum (sekitar 60 persen kasus kanker tiroid) dan biasanya memengaruhi wanita pada usia di bawah 40 tahun.
  2. Karsinoma folikuler. Jenis ini terjadi sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker tiroid dan cenderung terjadi pada orang-orang lanjut usia.
  3. Karsinoma medular tiroid. Jenis ini terjadi sekitar 5-8 persen dari seluruh kasus kanker tiroid, tapi kanker tiroid jenis ini bisa turun-menurun di dalam satu keluarga, ini yang membedakan dengan jenis kanker tiroid lainnya.
  4. Karsinoma tiroid anaplastik. Ini jenis kanker tiroid yang paling jarang dan paling agresif. Kondisi ini hanya terjadi pada 5 persen dari kasus kanker tiroid yang ada dan umumnya terjadi pada orang pada usia 60 tahun ke atas.

Gejala utama dari kanker tiroid adalah munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan dari leher, lebih tepatnya di bawah jakun, dan biasanya tidak terasa sakit. Pada tahapan awal, kanker tiroid jarang menimbulkan gejala dan cenderung tidak ada gejala sama sekali.

Sedangkan gejala lain dari kanker tiroid biasanya muncul setelah kanker memasuki stadium lanjutan, seperti:

  1. Sakit tenggorokan.
  2. Kesulitan dalam menelan.
  3. Perubahan suara atau menjadi serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu.
  4. Rasa sakit pada bagian leher.
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.
  6. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid disebabkan oleh kanker tiroid. Hanya sekitar lima persen dari benjolan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kanker.

Sebagian besar pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan nama penyakit gondok. Kondisi ini tidak bersifat kanker dan disebabkan oleh hipertiroidisme (terlalu banyak hormon T3 dan T4) dan hipotiroidisme (kekurangan hormon T3 dan T4).

Penyebab pasti dari kanker tiroid pada sebagian besar kasus yang terjadi masih belum diketahui, tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid, yaitu:

  1. Mengalami gangguan pada tiroid. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak, seperti inflamasi kelenjar tiroid atau penyakit gondok, lebih berisiko menderita kanker tiroid. Sebanyak 20 persen kasus kanker tiroid muncul pada orang yang mengalami kondisi ini. Tapi penderita hipotiroidisme dan hipertiroidisme tidak meningkatkan risiko menderita kanker tiroid.
  2. Riwayat kesehatan keluarga. Mutasi genetik yang diturunkan menjadi penyebab dari beberapa kasus karsinoma tiroid menduler. Risiko untuk menderita kanker tiroid meningkat bila seseorang memiliki kerabat yang pernah menderita kanker tiroid. Pastikan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terdapat mutasi genetik bagi Anda yang memiliki kerabat dengan kondisi tersebut.
  3. Pernah menderita gangguan payudara jinak. Penderita gangguan payudara yang tidak bersifat kanker, seperti kista payudara, lebih berisiko mengembangkan kanker tiroid daripada wanita yang belum pernah mengalami kondisi ini.
  4. Tinggi dan berat badan. Orang yang memiliki berat badan berlebih dan juga orang dewasa dengan badan lebih tinggi dari rata-rata, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker tiroid.
  5. Pajanan terhadap radiasi. Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker tiroid.
  6. Gangguan pencernaan. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang bernama familial adenomatous polyposis (FAP), maka Anda lebih berisiko mengalami kanker tiroid. FAP merupakan penyakit turunan dan biasanya disebabkan karena mewarisi gen yang cacat.
  7. Makanan. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi mentega, keju, dan daging lebih berisiko mengalami kanker tiroid. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk menurunkan risiko Anda. Orang dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) yang tinggi atau jika makanan yang Anda konsumsi mengandung iodium rendah juga meningkatkan risiko mengalami kanker tiroid.Orang yang mengalami radiasi dan yang pernah mengalami gangguan tiroid akan memiliki kadar iodium dalam tubuh yang rendah.
  8. Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko 2-3 kali lipat untuk menderita kanker tiroid dibandingkan pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi bulanan atau ketika sedang hamil, tapi belum ada cukup bukti untuk memastikan teori ini.
  9. Akromegali. Ini adalah kondisi yang langka yang mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan, akibatnya orang yang mengalami kondisi ini lebih berisiko terkena kanker tiroid.

Penting untuk diingat bahwa orang yang memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas belum tentu akan menderita kanker tiroid di masa mendatang. Beberapa orang yang menderita kanker tiroid juga tidak mengalami faktor risiko di atas.