Stroke

Stroke (Cerebrovascular accident) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah dan oksigen ke otak terganggu sehingga mengakibatkan kematian jaringan otak (Infark serebal).

Stroke dibagi menjadi 2 jenis, yaitu

Stroke Hemoragik, yaitu pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70% kasus stroke hemoragik menyerang penderita hipertens. Stroke hemoragik ada 2 jenis, yaitu:

  1. Hemoragik Intraserebral, yaitu pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak.
  2. Hemoragik Subaraknoid, yaitu pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).

Stroke Iskemik, yaitu penyumbatan yang terjadi di sepanjang jalur pembuluh arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteri carotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri carotis interna merupakan cabang dari arteri carotis communis sedangkan arteri vertebralis merupakan cabang dari arteri subclavia. 80% penderita stroke adalah stroke iskemik. Stroke iskemik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Stroke Trombotik, yaitu proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
  2. Stroke Embolik, yaitu tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
  3. Hipoperfusion Sistemik, yaitu berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.

Tanda dan Gejala-gejala stroke:

  1. Bagian sistem syaraf pusat : kelemahan otot (himplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik.
  2. Batang otak, dimana terdapat 12 syaraf kranial : menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.
  3. Cerebral cortex : aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.

Jika tanda dan gejala-gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (ITA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke.

Gejala stroke yang lain, yaitu:

  1. Tiba-tiba kepala sakit
  2. Pingsan dengan tiba-tiba, mati rasa pada bagian muka, lengan, lutut salah satu bagian tubuh dan mulut tidak simetris
  3. Sulit berbicara
  4. Kemungkinan tidak sadarkan diri atau bingung
  5. Tiba-tiba terjatuh
  6. Pandangan Kabur
  7. Pupil mata berbeda ukurannya
  8. Sulit bernapas, sulit mengunyah, bicara dan menelan
  9. Tidak dapat mengontrol buang air kecil atau BAB
  10. Denyut nadi terasa kuat dan justru melemah

Faktor Penyebab Stroke

  1. Keturunan. Para ahli kesehatan meyakini terdapat hubungan antara risio stroke dengan faktor keturunan, walaupun secara tidak langsung. Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke perlu mewaspadai faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke, seperti hipertensi dan hiperkolesterol.
  2. Jenis kelamin. Menurut studi kasus yang sering ditemukan, laki-laki lebih berisiko terkena stroke tiga kali lipat dibandingkan dengan wanitta. Laki-laki cenderung terkena stroke iskmeik, sedangkan wanita cenderung terkena stroke hemoragik.
  3. Umur. Mayoritas stroke menyerang orang berusia di atas 50 tahun. Namun, dengan pola makan dan jenis makanan yang ada sekarang ini, tidak menutup kemungkinan stroke bisa menyerang mereka yang berusia muda.
  4. Ras. Ras kulit hitam lebih berisiko terkena stroke dibandingkan dengan ras kulit putih. Hal ini diduga karena angka kejadian hipertensi dan konsumsi garam yang tinggi pada ras kulit hitam.
  5. Kurang olahraga. Kurang aktivitas fisik dan kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit stroke. Karena gaya hidup yang tidak sehat rentan terkena obesitas, diabetes, arteriosklerosis dan penyakit jantung. Penyakit tersebut sebagai salah satu pemicu terjadinya stroke.
  6. Rokok. Nikotin dalam rokok menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, menurunkan kolesterol HDL, meningkatkan kolesterol LDL, dan mempercepat arteriosklerosis. Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko yang potensial terhadap serangan stroke iskemik dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah pada daerah posterior otak. Perokok berat mempunyai risiko terkena stroke dua kali lipat. Risiko terkena stroke akan berkurang jika telah berhenti merokok selama lima tahun dibandingkan dengan terus merokok.

80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi.